Enforcement of Criminal Law and Recovery of State Losses in Tin Cases: Case Study of Alleged Tin Mining Corruption in the PT Timah Tbk IUP Area in Bangka Belitung

Penegakan Hukum Pidana dan Pemulihan Kerugian Negara dalam Kasus Timah : Studi Kasus Dugaan Korupsi Tambang Timah pada Wilayah IUP PT Timah Tbk di Bangka Belitung

Authors

  • Alfikri Muhammad Haikal Ali Politeknik Pengayoman Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.64272/x1q08437

Keywords:

asset recovery; corruption; criminal law enforcement; tin mining; sustainable governance

Abstract

The exploitation of tin mining in Bangka Belitung has raised concerns regarding corruption and the ineffective recovery of state losses. This study aims to analyze the enforcement of criminal law and strategies for the restitution of state losses in the case of alleged corruption at PT Timah Tbk’s mining concession areas. The research employed a normative-juridical approach combined with field observations and interviews with law enforcement officers, prosecutors, auditors, and local communities to gain comprehensive insights into legal practices and social impacts. The results indicate that while the criminal justice system can impose fines and restitution orders, challenges such as limited inter-agency coordination, difficulty tracking assets, and weak monitoring mechanisms hinder optimal recovery. Furthermore, corruption in the tin mining sector has caused significant social and environmental damage, including decreased public trust, environmental degradation, and disruption of local livelihoods. Effective recovery of state losses requires integrated strategies, including digital monitoring systems, strict legal sanctions, and collaboration among the prosecution, police, BPKP, and regional governments. The study concludes that criminal law enforcement alone is insufficient; it must be complemented by preventive measures, sustainable governance, and community empowerment to achieve comprehensive restitution and long-term public benefit. These findings provide important insights for policymakers, law enforcement, and future research on corruption prevention and asset recovery in natural resource management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, A., Simanjuntak, I., & Pohan, M. (2020). Pengembalian Kerugian Keuangan Negara dalam Pelaksanaan Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Mercatoria, 13(2), 178–187. https://ojs.uma.ac.id/index.php/mercatoria/article/view/4155

Alfazri, M. R. (2025). Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Pertambangan Timah Ilegal. Causa, 3(1). https://ejournal.cahayailmubangsa.institute/index.php/causa/article/view/1708

Antrag, I. L., Situmaeng, Y. T., Arinda, S., & Rochim, A. A. (2024). Penegakan Hukum Pertambangan Timah Ilegal Pasca Kasus Korupsi Tata Niaga Timah di Bangka Belitung. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu. https://journal.mediapublikasi.id/index.php/bullet/article/view/4206

Damaiyanti, D. (2023). Kewenangan Hakim dalam Menghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi (Analisa Putusan Nomor: 3/Pid.Sus-Tpk/2022/PN Dps). Jurnal Analogi Hukum, 5(2). https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/analogihukum/article/view/8111

Eprilia, F., Sugiharti, D. K., & Zamil, Y. S. (2024). State Losses Due to Corruption of Tin Commodity Trade Area of PT Timah Tbk Mining Business License Area. Jurnal Poros Hukum, 6(1). https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jphp/article/view/1744

Fathurahman, E., Herlianto, D., Caressa, D., Rafita, R., & Putri, A. K. (2025). The Domino Effect of Tin Corruption: Analysis of Economic Growth, Workforce Quality, and Community Welfare at the Province Bangka Belitung. Jurnal Comparative: Ekonomi dan Bisnis, 7(3). https://jurnal.umt.ac.id/index.php/jceb/article/view/13135

Ginting, F. A. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Orang yang Menyuruh Melakukan Tindak Pidana Illegal Mining Pasir Timah di Laut Bangka Belitung. Lex S: Jurnal Hukum, 6(2). https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/LexS/article/download/3096/817

Ginting, F. A. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Orang yang Menyuruh Melakukan Tindak Pidana Illegal Mining Pasir Timah di Laut Bangka Belitung. Lex S: Jurnal Hukum, 6(2). https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/LexS/article/view/3096

Hidayat, A. (2023). Dampak Korupsi terhadap Lingkungan dan Kehidupan Sosial Masyarakat Pertambangan. Jurnal Integritas Hukum, 5(2), 114–126.

Hidayatullah, H., Triono, A., & Sumarja, F. (2023). Akuntan Publik: Kewenangan Menghitung Kerugian Keuangan Negara Tindak Pidana Korupsi. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 23–34. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/almanhaj/article/view/2074

La Antrag, I. (2024). Penegakan Hukum Pertambangan Timah Ilegal Pasca Kasus Korupsi Tata Niaga Timah di Bangka Belitung. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(2). https://media.neliti.com/media/publications/592350-penegakan-hukum-pertambangan-timah-ilega-0cbeb6e0.pdf

Lestari, M., & Pranata, H. (2024). Kolaborasi Antar Lembaga Penegak Hukum dalam Pemulihan Aset Negara. Jurnal Integritas dan Kebijakan Publik, 5(2), 101–115.

Nugroho, B. (2022). Ekonomi Politik Sumber Daya Alam dan Tantangan Tata Kelola Pertambangan di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurwanti, Y. D., dkk. (2022). Penegakan Sanksi Pidana dalam Kasus Usaha Tambang Mineral dan Batubara. Jurnal Amnesti, 5(2). https://jurnal.umpwr.ac.id/amnesti/article/view/2097

Prasetyo, D., & Widodo, A. (2023). Penegakan Hukum Pidana dan Dampaknya terhadap Pemulihan Lingkungan di Sektor Pertambangan. Jurnal Hukum dan Pembangunan Nasional, 8(2), 140–155.

Rahyu, D. P., Rahayu, S., Faisal, S., & Yanto, A. (2024). Countering Illegal Tin Mining with a Legal Formulation of Law Based on Local Wisdom in Bangka Belitung, Indonesia. Cogent Social Sciences, 10(1). https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/23311886.2024.2311053

Rahyu, D., & Siregar, M. (2024). Penegakan Hukum dan Keadilan Sosial dalam Kasus Pertambangan Ilegal di Indonesia. Jurnal Pembangunan dan Hukum, 8(1), 55–70.

Ratnasari, C. (2025). Penegakan Hukum Lingkungan Hidup melalui Instrumen Hukum Administrasi dan Pidana terhadap Korporasi Reklamasi Tambang Timah di Bangka. Litra, 12(1). https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/litra/article/view/947

Rauzi, F., & Sukarno. (2023). Problematika Pembebanan Uang Pengganti dalam Tindak Pidana Korupsi. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 12(1), 32–43. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_daulah/article/view/36759

Santoso, A., & Wijaya, R. (2023). Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penelusuran Aset Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum dan Teknologi Indonesia, 7(1), 45–58.

Sanusi, S., & Handayani, S. H. (2024). Pengembalian Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi. Hukum Responsif, 8(2). https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Responsif/article/view/4520

Suryono, D. (2022). Transparansi Tata Kelola Pertambangan sebagai Upaya Pencegahan Korupsi. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(3), 225–240.

Ulpa, Padila, dkk. (2023). Tinjauan Yuridis Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kegiatan Penambang Ilegal di Dalam Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Mangkol Berdasarkan UU No. 3/2020. Jurnal Lex Lege, 8(1). https://ojsstihpertiba.ac.id/index.php/jle/article/view/108

Yang, M. (2024). Mengurai Tantangan Uang Pengganti dalam Kasus Tipikor: Studi Yuridis dan Implikasinya pada Pemulihan Keuangan Negara. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(11). https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/5954

Downloads

Published

28-03-2026