Alternative Criminal Actions Carried Out by Community Guidance Officers for Children in Conflict with the Law at the Class I Serang Correctional Facility

Upaya Pidana Alternatif Yang Dilakukan Pembimbing Kemasyarakatan Terhadap Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum di Bapas Kelas I Serang

Authors

  • Tubagus Haekal Er Ghifari Politeknik Pengayoman Indonesia Author
  • Umar Anwar Politeknik Pengayoman Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.64272/1436xw40

Keywords:

Juvenile Offenders, Correctional Center, Restorative Justice, Alternative Sentencing, Community Counselor

Abstract

Based on 2024 data, the Class I Correctional Center (Bapas) in Serang handled 34 children sentenced to imprisonment in the Juvenile Correctional Institution (LPKA), while only 18 children received alternative sentencing. This indicates that the principle of restorative justice, as mandated by Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA), has not been fully implemented, as imprisonment remains the dominant form of case settlement. This study aims to analyze the role of Community Counselors (Pembimbing Kemasyarakatan/PK) in promoting alternative sentencing for children in conflict with the law, particularly at Bapas Class I Serang. Using a qualitative method with a juridical-empirical approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that PKs play a crucial role in the alternative sentencing process, including preparing social inquiry reports (litmas), providing recommendations to judges, assisting children during legal proceedings, and supervising the implementation of alternative sanctions. However, several obstacles remain, such as the limited understanding of restorative justice among law enforcement officers, resource constraints within Bapas, and a lack of community and institutional support for child rehabilitation. Therefore, this study recommends continuous training for law enforcement, strengthening Bapas through increased numbers of PKs and supporting facilities, and expanding collaboration with educational, social, and religious institutions. These efforts are expected to enhance the effective and humane implementation of alternative sentencing, supporting the objectives of the UU SPPA in ensuring child protection and comprehensive social reintegration.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. “Optimalisasi Penerapan Pidana Alternatif di Indonesia sebagai Solusi Overcrowded pada Lembaga Pemasyarakatan.” Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 8, no. 11–22 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.31604/justitia.v8i1.11-22.

Arta, Risna Budi. “Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Pemberian Rekomendasi Terhadap Hakim Dalam Memberikan Putusan Pemidanaan Bagi Anak Berhadapan Dengan Hukum.” Dinamika Hukum 14, no. 1 (2023): 249–64.

Benuf, Kornelius, Siti Mahmudah, dan Ery Agus Priyono. “Metodologi Penelitian Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2019): 145–60.

Beritno, Pratomo. “Penghentian Penuntutan Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.” Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan 6, no. 2 (2020): 190–206. https://doi.org/https://doi.org/10.61394/jihtb.v6i2.199.

Budiastuti, Shinta Rukmi, dan Wibowo Murti Samadi. “Penerapan Penjatuhan Sanksi Diversi Sebagai Alternatif Sanksi Pidana Penjara Untuk Anak Pelaku Tindak Pidana.” Research Fair Unisri 5, no. 1 (2021): 81. https://doi.org/10.33061/rsfu.v5i1.4578.

Creswell, J. W. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.

Dinianti, Anggun, Baharuddin Badaru, dan Ahmad Fadil. “Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Kejahatan Dalam Perspektif Perlindungan Anak.” Journal of Lex Theory 1, no. 6 (2020): 821–39. https://doi.org/https://doi.org/10.52103/jlg.v1i6.224.

Dwi Pangestu, Ramadhani. “Implementasi UU SPPA Dalam Menangani Anak Yang Sedang Berhadapan Dengan Hukum.” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 2, no. 4 (2025): 416–24. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jipm.v2i6.576.

Fadila, Ajeng Nur. “Sanksi Pidana Pembinaan di Luar Lembaga Terhadap Anak yang Berkonflik Dengan Hukum.” Jurist-Diction 5, no. 3 (2022): 797–820. https://doi.org/10.20473/jd.v5i3.35240.

Ferdiansya, Alvin, dan Asep Suherman. “Perlindungan Anak dalam Sistem Peradilan Anak.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2024): 328–36. https://doi.org/10.14710/jphi.v2i3.331-342.Jurnal.

Haryanto, Imam. “Konsep Perlindungan Hukum Bagi Anak Turut Serta Dalam Melakukan Tindak Pidana Berdasarkan Hukum Positif Indonesia.” Jurnal Justitia 3, no. 2 (2024): 178–87. https://doi.org/https://doi.org/10.31604/justitia.v8i1.70-83.

Haryanto, Imam, Azzhara Nikita Wahdah, Anisa Almagfira, Dean Putri Amelia, Ilham Indra Mulya, dan Joy Catherine Carina Tambunan. “Konsep Perlindungan Hukum bagi Anak Turut Serta dalam Melakukan Tindak Pidana Berdasarkan Hukum Positif Indonesia.” Media Hukum Indonesia (MHI) 2, no. 3 (2024): 186. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.11623459.

Hashifah, Dafinah. “Peranan Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Proses Bimbingan Reintegrasi Anak.” Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 8, no. 2 (2021): 29–42. https://doi.org/https://doi.org/10.31604/JUSTITIA.V8I2.29-42.

Huberman, Miles dan. Qualitative Data Analysis. Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohidi. America: SAGE Publications, 2014.

Marwahputri, Rahmithasari, Syamsuddin Muchtar, dan Nur Azisa. “Penerapan Pidana Pembinaan Di Luar Lembaga Terhadap Anak Sebagai Bentuk Pidana Dengan Syarat.” Jurnal Ilmiah Living Law 15, no. 1 (2023): 55–67. https://doi.org/10.30997/jill.v15i1.5105.

Muhammad Rif’an Baihaky, dan Muridah Isnawati. “Restorative Justice: Pemaknaan, Problematika, dan Penerapan yang Seyogianya.” Unes Journal of Swara Justisia 8, no. 2 (2024): 276–89. https://doi.org/10.31933/4mqgaj17.

Nilasari, Miranti, Andrik Purwasito, dan Sri Hastjarjo. “Komunikasi Interpersonal Antara Pembimbing Kemasyarakatan dengan Klien Anak di Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta.” Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI 3, no. 2 (2025): 113–20. https://doi.org/10.30998/kibar.28-10-2024.8014.

Nur, Fuad. “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana dalam Penanganan Perkara Anak.” Journal Of Social Science Research 4, no. 1 (2024): 124–38.

Prasetyo, Andik. “Perlindungan Hukum Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana.” Mizan: Jurnal Ilmu Hukum 1, no. 69 (2020): 5–14. https://doi.org/https://doi.org/10.32503/mizan.v9i1.1054.

Purwanto, Gunawan Hadi. “Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.” JUSTITIABLE - Jurnal Hukum 3, no. 2 (2021): 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.56071/justitiable.v3i2.326.

Santoso, Meilanny Budiarti, dan Rudi Saprudin Darwis. “Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Penanganan Anak Berkonflik Dengan Hukum Oleh Balai Pemasyarakatan.” Share : Social Work Journal 7, no. 1 (2017): 61. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13819.

Sarmadi, Akhmad Sukris. “Analisis terhadap Hukum Pidana Bagi Anak di Bawah Umur di Indonesia: Antara Memaafkan dan Mempidanakan.” Indonesian Research Journal on Education 4, no. 3 (2024): 748–53. https://doi.org/10.31004/irje.v4i3.862.

Sartika, Dewi, Fatahullah Fatahllah, dan Lalu Adnan Ibrahim. “Peran Bapas Dalam Penyelenggaraan Sistem Peradilan Pidana Anak Yang Berbasis Restorative Justice.” Journal Kompilasi Hukum 6, no. 1 (2021). https://doi.org/10.29303/jkh.v6i1.85.

Soekanto, S., & Sulistyowati, B. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2015.

Utami, Pangestika Rizki. “Konsep Diversi dan Restorative Justice sebagai Pergeseran Tanggung Jawab Pidana pada Sistem Peradilan Pidana Anak.” Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi 1, no. 1 (2018): 95–106. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v1i1.1691.

Widiatmoko, Wahyu. “Peran Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Dalam Penanganan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum.” Jurnal Hukum 3, no. 2 (2021): 19–31. https://doi.org/https://doi.org/10.25105/hpph.v3i2.12897.

Wununara, Korneles, Marwan Mas, dan Siti Zubaidah. “Efektivitas Restorative Justice Dalam Mengurangi Tindak Pidana Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anak Di Kota Makassar.” Clavia 21, no. 2 (2023): 288–302. https://doi.org/10.56326/clavia.v21i2.2288.

Zehr, Howard. The Little Book of Restorative Justice. Good Books. Good Books, 2002.

Downloads

Published

22-06-2025